Selasa, 24 Juli 2018

The story of Naura Mebel

Attention : cuma cerita anak kampung..

Sebenarnya malu juga kalau pakai kata "anak", karena umur sudah tak lagi muda, selain itu Catatan Anak Kampung juga sudah menjadi Trade Mark-nya Kaesang Pangarep, ( Jomblo galau dari Solo, yang hari ini, Kamis 11 Juni 2015 sedang berbahagia atas pernikahan kakaknya - Gibran Rakabuming Raka yang menikah dengan Selvi Ananda )

Satu hal menarik dari pernikahan Gibran adalah, apabila orang lain menikah, keluarga mempelai berusaha menghadirkan saksi orang penting seperti Menteri, pejabat negara atau militer untuk menaikan gengsi, di akad nikahnya Gibran saksinya adalah ketua RT - Ahmad Yani. Ya begitulah pak Jokowi, selalu sederhana. Selamat ya mas Gibran, semoga bahagia.

-----------00-----------

Catatan ini memang tentang anak kampung, yang benar-benar merujuk pada kehidupan sederhana di kampung, jauh dari hingar bingar kota, dan kemewahan hidup.

Kisah hidup yang dimulai tanggal 23 februari, mencapai klimaks di tanggal 9 Mei 2015, selesai sudah kisah saya di Omah Jati Balikpapan. Hubungan kerja yang berakhir bak cerita sinetron, dengan berbagai trik dan intrik yang untuk sekedar menulisnya saja saya enggan. Cukuplah mereka saja yang tahu apa yang mereka lakukan.

Senin, 18 Mei 2015 touch down di bandara A Yani Semarang, Jawa Tengah.

Memulai babak baru sebagai orang kampung, berjuang untuk bertahan di kampung..

Selasa, 22 September 2015 Naura Mebel launching.. tanpa acara, hanya doa..

Minggu, 8 January 2017 mulai beriklan difacebook

Dan begitulah, sampai hari ini 24 July 2018.. sudah hampir 3 tahun Naura Mebel ada, sudah banyak kisah manis yang dilalui, banyak suka dukanya. Kalaupun sampai hari ini masih bertahan, sungguh sebuah keajaiban, alhamdulillah ya Allah..

Teguh Ujianto

Sabtu, 02 Januari 2016

SISI LAIN MEBEL RECYCLE

Dari setiap furniture yang dibuat, ada pohon yang harus ditebang. Dari setiap pohon yang tumbang, bumi kehilangan sumber – sumber penghasil oksigen dan penyerap karbon dioksida.

Lalu bisakah membuat furniture tanpa menebang pohon lagi ? Selama bahan bakunya masih kayu, maka kemungkinan untuk membuat mebel tanpa menebang pohon tidaklah mungkin. Tetapi kita bisa mengurangi jumlah pohon yang ditebang dengan 3 cara; reuse, reduce & recycle

1.       RE-USE
Memakai kembali mebel yang sudah tidak terpakai, jika ada kerusakan yang tidak terlalu parah bisa diperbaiki. Selama masih bisa digunakan maka gunakanlah
2.       REDUCE
Mengurangi tingkat konsumsi mebel kayu, dan mulai mengembangkan mebel alternative berbahan baku non kayu, seperti rotan, besi, aluminium, dll
3.       RECYCLE
Dengan membeli dan menggunakan mebel recycle, berarti kita telah ikut serta dalam usaha menyelamatkan lebih banyak pohon. Kayu recycle adalah kayu yang pernah dipakai sebagai bahan baku rumah, ataupun mebel. Dengan menggunakanya lagi, berarti kita menambah umur pakai kayu tersebut dan hal ini member kesempatan kayu lain yang masih berupa pohon untuk bisa tumbuh lebih lama di alam.

Mebel kayu recycle ada yang pure 100% kayu recycle, ada pula yang dicampur dengan kayu baru karena tingkat kesulitan membuat mebel kayu recycle sangat tinggi. Kayu bekas rumah contohnya, rumah akan dibongkar jika kondisinya sudah mulai rusak, atau bahkan sudah rusak parah. Jadi bisa dibayangkan bagaimana kondisi kayu bekas rumah tersebut, butuh ketelatenan dalam memilih, membersihkan paku, menyambung kayu satu persatu dan merakitnya menjadi mebel sesuai pesanan.

Hal ini pula yang menyebabkan harga mebel kayu recycle lebih tinggi dibandingkan dengan harga mebel kayu baru. Namun harga tinggi tersebut tentu sebanding dengan nilai mebelnya, dan juga value untuk kita sendiri karena mau ikut berperan serta mengurangi jumlah konsumsi kayu baru.

Selain bisa ikut serta dalam upaya konservasi kayu, memakai mebel berbahan baku kayu recycle juga menguntungkan, karena kayu recycle memiliki beberapa keunggulan dibanding kayu yang baru ditebang, diantaranya;

1.       High Quality and Durable
Kayu recycle cenderung sudah stabil, tidak lagi mengalami penyusutan yang ekstrim, sehingga akan lebih aman digunakan sebagai bahan baku mebel. Pengeringan alami dalam waktu yang lama adalah jaminan kualitas kayu recycle. Beberapa decade yang lalu, penduduk di Jawa hanya memakai kayu yang sudah tua untuk membuat mebel / rumah.  Kayu yang sudah tua ini sendiri sebelum ditebang masih dikeringkan lagi dengan cara dimatikan ( diteres ).  Jadi kayu recycle sudah mengalami proses pengeringan alami yang sangat lama sejak masih pohon sampai jadi rumah /  mebel untuk kemudian didaur ulang menjadi mebel recycle

2.       Beautiful
Tampilan kayu yang sudah termakan waktu dan usia, menjadi daya tarik tersendiri. Permukaan yang bergelombang, lubang – lubang bekas paku, gumpilan bahkan cerukan besar kesemuanya seperti sebuah lukisan penuh sejarah akan bagaimana kayu tersebut berjuang melewati waktu dan sampai dihadapan kita dalam bentuk mebel siap pakai.

3.       Re-sale Value / Harga jual kembali tinggi
Memiliki mebel recycle layaknya seperti memiliki benda seni bernilai tinggi, selain bisa dinikmati sendiri, kelak jika ingin mengganti koleksi, mebel recycle bisa dijual lagi dengan nilai tinggi. Tidak hanya kepada sesama pemakai mebel recycle. Kita bahkan bisa ikut mengkampanyekan gerakan Go Green dengan menjual mebel recycle kepada orang lain dengan menjelaskan apa saja kelebihan dari mebel recycle tersebut.

Beikut beberapa tahap membuat mebel kayu recycle

1.    Pemilihan dan Pemilahan Bahan 
Harga kayu recycle balok dengan ukuran 15X15 sangatlah mahal, bisa sampai 14 juta / CBM. Sementara pembeli selalu menuntut harga yang murah. Sehingga para pengrajin terpaksa menggunakan kayu kecil ( bekas usuk ) dan kayu limbah untuk dibuat menjadi mebel. Tentu saja hal ini membuat tampilan mebel terlihat kurang menarik, karena banyak sekali sambungan papanya. Jika menggunakan kayu baru hal tersebut seperti menggunakan kayu OP / OPL ( grade C ). Cacat kayu juga banyak dijumpai, walaupun ditambal masih akan sangat kelihatan.


2.       Pembersihan kayu dari sisa-sisa paku
3.       Pemotongan kayu menggunakan gergaji mesin
Dalam proses ini seringkali mata gergaji rusak karena menghantam paku yang masih tertinggal didalam.  Akan sangat boros untuk membeli mata gergaji.
4.       Pembuatan Komponen
Kayu yang sudah dipotong dibuat komponen, untuk bidang yang lebar pada tahap ini adalah proses menyambung papan kecil-kecil menjadi bidang yang diinginkan. Proses menentukan kayu mana untuk komponen apa ( njidari ) yang jika memakai kayu baru saja sulit, menjadi berlipat lagi sulitnya jika memakai kayu recycle.
5.       Perakitan komponen menjadi mebel jadi
6.       Finishing
Finishing untuk kayu recycle ada beberapa macam, diantaranya;

Natural Sand papered
Mebel dirapihkan ( diamplas, kemudian digosok dengan botol/kayu hingga terkesan gilap dan pernah dipakai ). Atau dengan daun pisang kering, atau lilin yang digilapkan dengan gerinda berbantal kardus.

Natural Rustic
Mebel bukanya dirapihkan, namun justru disikat dengan sikat kawat sehingga pori-pori kayu terlihat lebih besar. Lubang dan gumpil sengaja diekspose agar kesan purbanya semakin menonjol. Untuk top coatnya ada yang memakai NC, ada yang memakai WAX dan ada yang dibiarkan natural, apa adanya.

Water Base Painting
Menggunakan cat tembok beberapa lapis, seolah-olah kayu tersebut pernah beberapa kali dicat ulang pada masa dipakai dahulu, kemudian diplener atau gerinda acak sehingga permukaan cat tergores dan terkelupas. Setelah didapat efek painting yang bagus, di top coat dengan NC doff.

Finishing Umum layaknya mebel berbahan baku kayu baru, seperti duco, distressed, NC, PU dan finishing jenis lain yang umum digunakan.

DARK SIDE MEBEL KAYU RECYCLE

1.       Hati – hati dengan pengrajin/supplier mebel yang menawarkan harga murah, karena banyak yang dicampur dengan kayu baru. Mebel kayu recycle dengan harga yang sama atau hanya sedikit lebih mahal dari harga mebel kayu baru pasti mempunyai ciri banyak sambungan, cacat kayu lebih banyak, dan pengerjaan yang agak kasar karena kayu yang digunakan adalah kayu limbah ( yang ukuranya kecil-kecil ) seperti bekas usuk atau bahkang reng.

Jika penampakan rapi, lembaran lebar dan sedikit cacat, seharusnya harganya sangat mahal karena harus memakai kayu bekas tiang, jika harganya murah kemungkinan dicampur kayu baru.

Lebih parah lagi ternyata kayu selain jati juga digunakan untuk menambal sulam kekurangan bahan pada mebel kayu recycle. Secara telanjang mata, akan sangat sulit sekali membedakan antara kayu recycle dengan kayu baru jati atau non jati, karena pengrajin punya banyak trik untuk menutupinya. Hanya kejujuran dari pengrajin saja mungkin yang bisa mengungkapkanya.

Dan jika memang kayu baru yang digunakan, maka semangat untuk go greenya jadi ilang dong..

2.     Ada trik pengrajin untuk menyamakan warna kayu jati, sehingga jati muda dengan banyak gubal bisa terlihat warnanya coklat seragam dengan kayu terasnya ( galih ). Yaitu dengan mengguyur / direndam air laut, kemudian dijemur (belum pernah membuktikan sendiri).

3.   Pengrajin kayu recycle sangat sensitive, hati-hati jangan langsung menanyakan asal-usul kayu, bisa langsung diusir.

4.      Selain kayu bekas rumah, yang sedang trend adalah kayu bekas kapal. Selain itu ada akar pohon, bamboo, dan material lain yang kadang dicampur untuk membuat mebel bergaya rustic.


Jepara, 18 Juni 2014

Teguh Ujianto

Rabu, 10 Juni 2015

Persahabatan bagai Kepompong

Tanggal 1 s/d 5 Juni 2015, ikut bergabung dalam team Wijayakusuma Studio Seni - Semarang mengerjakan proyek pembuatan stand pameran dari dinas perkebunan provinsi Jawa Tengah untuk Even SAE ( Soropadan Agro Expo ).

Saya sangat salut dengan persahabatan Mas Bayu, Mas Luthfi ( Ufik ), Mas Lalang, Mas Fajar, Pak Solikhin , Hafidz, Mas Bambang, dan Mas Tono.

Persahabatan dari bangku kuliah dibawa sampai ke ladang nafkah. Mereka bukan orang kantoran, atau kerja di perusahaan, mereka itu orang bebas / freeman. Dan sebagai freeman baru, rasanya sangat senang manakala mas Bayu mengajak bergabung, dan anggota Wijayakusuma yang lain menyambut dengan hangat.

Sistem kerja yang egaliter, tanpa ada yang memarahi kalau salah, membuat masing masing Crew sangat bertanggung jawab atas apa yang dikerjakan.

Makan bersama sebelum bekerja

Dan ini hasil kerjanya
Pengalaman di Semarang dan Soropadan ini membuat saya bersyukur atas anugerah berupa "Sahabat" yang ternyata ada dan mau mengulurkan tangan saat ada yang jatuh.

Kawan bisa jadi musuh dan musuh bisa jadi kawan, tapi Sahabat tetap melayani trayek Semarang - Cirebon, hehehe

Entahlah, bersyukur saja atas segala anugerah dariNya..

Teguh Ujianto

Jangan Menyerah 2

Lagi lagi Ayam..

Bersamaan dengan kembali ''free" - nya saya dari ikatan kerja dengan orang lain, brubuhan kembali melanda ayam ayam di rumah mertua tempat saya numpang tinggal. Tanpa terkecuali, semua ayam dewasa mati, termasuk induk ayam yang sedang mengeram. Walau induknya mati, ternyata telur tersebut menetas dengan sendirinya, hiduplah anak - anak ayam itu dalam keyatiman dari sejak menetas. Entah sampai kapan mereka akan bertahan.


Kita tidak tahu bagaimana anak-anak ayam itu nanti, esok dan kelak dikemudian hari..who knows, Generasi sebelum mereka di " Jangan Menyerah 1" berhasil bertahan dan beregenerasi, dari piyik kecil-kecil mereka mampu menjadi ayam dan berkembang biak.

Pastinya anak ayam generasi brubuhan yang kedua ini juga akan bisa melewati ujian ini jika Allah SWT mengizinkan.

Untuku, dari keadaan yang sekarang ini apapun itu, dan akan seperti apa nantinya. Yang utama sebagai manusia tentunya adalah terus berikhtiar, berdoa dan pasrah menerima keadaan yang ada.
Mengenai hasilnya tentu ada sepenuhnya ditanganNya, jadi kalau sekarang adalah masa yang sulit, yang diluar angan-angan, ya jangan menyerah. Karena ada rahasia yang kita tidak ketahui, ada rencana yang sudah kita setujui jauh-jauh hari sebelum kita lahir kedunia ini.

Semangat!!

Teguh Ujianto

Sabtu, 28 Februari 2015

Terbangun dari Mimpi Indah

Beberapa hari terakhir ini, saya sedang dilanda euforia, kegiatan yang sudah lama tidak saya lakukan entah mengapa kini terjadi begitu saja. Seolah saya kembali ke tahun 2012 yang penuh semangat.

Semangat kerja yang menggebu gebu, kerja sampai jam 11 malam ( padahal tidak ada hitungan lemburnya ).
Semangat bangun pagi, lari pagi... Ah, yang ini sudah lamaaaa sekali, terakhir lari pagi mungkin beberapa tahun yang lalu. Bahkan dengan semangat itu akhirnya beberapa visualisasi desain mebel yang bertahun-tahun terpendam bisa terealisasi. Berikut beberapa visualisasi desain yang saya maksud:










Semangat ini membuat mental yang down bisa bangkit lagi.
Dan masih segar dalam ingatan, semuanya dimulai tanggal 23 Februari.

Moment dihari itu, yang membuat keadaan begitu tidak nyaman, hilang semangat.
Ketika harapan tampak mulai pupus ( dan mungkin memang Allah mengkondisikanya demikian, agar hambanya ini bisa lebih dekat lagi ), maka satu-satunya tempat untuk kembali adalah kepada sang pencipta, Allah SWT. Pasrah

Doa dihari itu, dengan sangat cepat dikabulkanNya. Terbukalah jalan, maka sampai hari ini, seperti hari-hari yang lain, yang saya bisa hanya, mengikuti alur yang dibuka olehNya. Yang dalam mengikuti jalan tersebut, disertai dengan anugerah berupa semangat dan antusiasme yang saya tidak tahu, entah bisa saya nikmati sampai kapan. Bermuara kemana jalan ini juga mutlak Allah saja yang tahu.

Kenyataan bahwa penjualan bulan lalu justru turun, memang pahit. Namun dengan adanya harapan, bahwa mungkin bulan ini tingkat kunjungan dan penjualan akan meningkat maka semangat itu akan tetap hadir. Siapa yang tahu, mungkin bulan depan bisa lebih luar biasa.

Terbangun dari mimpi bukanlah sebuah hal yang buruk, karena berarti kita bisa bangun dan menikmati dunia nyata yang lebih indah, dan jika nanti tidur lagi bisa bermimpi tentang mimpi indah yang lain.

Teguh Ujianto

Kamis, 04 Desember 2014

Mr. Gigi ( Mr. G )

Memang kesehatan itu adalah nikmat yang sangat tidak ternilai, termasuk gigi yang sehat. Ada satu gigi yang sedang menguras emosi dan perasaan, sedihnya uang didompet terkuras juga. Sebut saja gigi tersebut Mr. G

Singkat cerita, dahulu ketika Mr. G tersebut mulai cenut-cenut karena ada lubang, sang empunya Mr.G pergi ke dokter gigi, alih-alih pergi ke dokter gigi yang bagus, Mr. G dibawa ke Puskesmas, dengan pertimbangan kondisi dompet yang sedang membawang ( tahu kan persamaan bawang sama dompet tanggal tua? yups, sama-sama membuat nangis kalau dibuka )
Asli, yang namanya di Puskesmas itu gak enak banget perawatan giginya, sudah mendekati kejam juga sih.

Bayangin saja, kalau di dokter swasta, itu dokter kan asistenya 2 orang. Nah di Puskesmas ini, yang megang justru asistenya. yang namanya asisten kan gak punya pembantu, jadilah dia single fighter melakukan perawatan yang seharusnya dikerjakan oleh 1 dokter dan 2 asisten. Yang paling gak enak itu, kalau di dokter gigi swasta air untuk kumur-kumur selalu tersedia. Ludah di mulut juga senantiasa disedot tuh pakai selang. Nah, pas Mr. G itu dirawat di Puskesmas air buat kumur-kumurnya nggak ada, jadilah empunya si Mr.G menahan segala ketidaknyamanan di mulutnya itu tanpa bisa kumur-kumur. Ludah yang ngumpul, karena nggak disedot akhirnya ditelan lagi kan, lumayan biar nggak haus. Untung aja nggak sampai muntah-muntah. Trus pas nambal lubangnya itu, mungkin karena terlalu semangat, tuh tambalan kemontokan, jadinya kan ngganjel. Pas dibilang kalau ngganjel, langsung aja tuh tambalan di "gerinda". Asli, gak tahan bener, pengen muntah rasanya ( efek nelan ludah).

Skip skip, setelah perawatan yang ternyata juga nggak murah-murah amat, hanya beda-beda tipis aja kalau sama dokter swasta, beberapa bulan setelahnya ( nggak sampai setahun ) ternyata tambalanya bochor eh bochor. Alhasil Mr. G jadi kenyut-kenyut lagi tuh.

Trauma dengan Puskesmas, akhirnya kembali lagi ke dokter gigi yang ada asistenya.

Seenak-enaknya dirawat dokter gigi, walaupun dokternya cantik, lebih enak kalau giginya sehat. Nggak usah antri lama-lama ( berangkat jam 3.30 sore, pulang jam 7 malem - pegel vroh..) Nggak usah pula ngerasain ngilu pas gigi di bor, atawa mual-mual karena mulutnya nganga bermenit-menit. Belum lagi sekarang biayanya semakin membuat dompet tipis.

Untuk Gigi yang berlubang ada 3 tahap perawatan:
1. Gigi yang sakit di bor dikasih obat, sekaligus dimatikan, ditambal sementara
2. Gigi harusnya sudah mati, tambalan dibuka terus dibersihkan, dikasih kapas atau apalah, trus ditambal sementara
3.  Tambalan dibuka, kapas diperiksa, kalau masih bersih dan tidak bau bisa langsung ditambal dan selesai, tapi kalau masih bau dan kotor, proses nomor 2 diulangi lagi.

Setiap proses berjarak satu minggu, jadi kebayang kan, setiap hari Sabtu terakhir ini, Mr. G bolak balik dibawa ke dokter, mengantrinya lamaaaaa banget. Sudah sampai proses ke 2, cuma ada sedikit kesalahan, pulang dari klinik langsung dihajar Nasi Goreng petai, alhasil tambalan sementara lepas dan Mr.G langsung kenyut-kenyut. Dokternya sih bilang, kalau ada apa-apa dibawa balik saja. Tapi itu kan baru beberapa jam dok, nggak enak juga kan kalau harus nganga lagi. Minggu depan sajalah, kalau diulang ya diulang, test saja ada remidinya kok.

Feelingnya sih, bakal diulang lagi nih proses yang ke dua. Hwfffffft

Intinya, kesehatan itu tidak ternilai, entah kesehatan jasmani, rohani atau gigi, jadi jagalah. Dan syukurilah apa yang masih dikaruniakan saat ini. Walupun mungkin bolong-bolong, setidaknya kan masih bisa ditambal, masih lebih baik daripada ompong. Karena gigi yang ompong, terutama gigi bawah akan membuat gigi yang atas turun. Kalau sudah turun bagian saraf gigi akan terekspos, itu yang bikin gigi ngilu. Dan info seperti ini, yang seharusnya disampaikan ke pasien, kadang -kadang terlewatkan. Nyesel juga kenapa dulu geraham bawah langsung dicabut, padahal masih bisa ditambal. Tapi Alhamdulillah, Mr.G masih punya sederet kawan di mulut dengan kondisi sehat. Cepat sembuh ya Mr. G, love u. Thank you Allah for give me healthy, Alhamdulillah

Teguh Ujianto

Senin, 24 November 2014

Chapter of life: "KEHILANGAN"

Siang hari tadi, ada obrolan dengan seorang teman, tentang sekilas gambaran masa lalunya. Bagaimana dulu hidupnya pernah bahagia, punya istri, anak, sudah punya rumah walaupun sederhana di Medan.

Lantas dia mengalami episode kehidupan yang bernama " kehilangan "

Hilang pekerjaanya sebagai sopir truck pengangkut container di Bau-bau karena kecelakaan yang mengakibatkan dia sempat ditahan, dan sampai kini SIM miliknya masih ditahan pihak kepolisian. Berpisah dia dengan istrinya karena istri yang dikenalnya saat bekerja di Malaysia itu kembali memeluk agama Kristen. Berpisah dia dengan putrinya yang saat ini berusia sekitar lima tahun.

Hilang sudah semuanya itu, mungkin titik nadhir kehidupanya adalah ketika dengan hati hancur hanya dengan pakaian yang melekat dibadan, dia pergi dari istana kecilnya, meninggalkan anak dan istrinya di Medan, pulang ke Buton.

Kita tak akan bisa memahami bagaimana perjalanan batinya mengiringi perjalanan pulangnya itu. Dibantu oleh beberapa teman sopirnya, dengan memberi tumpangan dari Medan ke Jakarta, dan memberi uang saku untuk tiket kapal dari Jakarta ke Bau - Bau.

Dari titik nolnya, dia bangkit. Cerita bagaimana dia bangkit inilah yang layak aku jadikan pelajaran. Bahwa aku masih sangat-sangat disayang olehNya, dengan masih diberi banyak sekali rizky dan  "titipan". Jadi rasanya memalukan sekali kalau jadi galau gara-gara hal yang kecil, yang bisa membuat diri lupa bersyukur atas hal yan besar.

Alhamdulillah

Teguh Ujianto

Pengalihan Energi

Dulu sempat galau berat ketika masih menjadi mahasiswa di Atika ( Akademi Industri Kayu ) yang sedang mengalami peralihan menjadi STTDNU ( Sekolah Tinggi Teknologi dan Desain Nahdatul Ulama ), sekarang sudah menjadi UNISNU Jepara

Bayangkan saja, kuliah nggak jelas, nggak punya kelas, karena gedungnya sedang dibangun, dosennya jarang datang, sehingga kuliahnya sering kosong. Jauh-jauh dari Batang ke Jepara hanya untuk lontang lantung nggak jelas, menghabiskan uang saku dan waktu.

Dan ternyata banyak juga teman-teman mahasiswa satu angkatan yang ikut galau. Fenomena galau massal ini terdeteksi oleh Pak Dosen,  Zainul Arifin MA. Beliau kemudian menawarkan solusi cerdas anti galau berupa kegiatan olah nafas.

Dan kegiatan tersebut memang lumayan mujarab ( untuk saya pribadi ), karena waktu yang mubazir jadi bermanfaat.

Fokus memang bagus, tapi terlalu fokus bisa kurang baik, karena jadi abai terhadap hal lain. Terlalu fokus dengan masalah yang dihadapi akan mengaburkan nikmat lain yang seharusnya bisa dinikmati dan disyukuri. Galau itu juga timbul karena fikiran terlalu fokus hanya di hal yang kurang enak.

Apa yang lebih menyakitkan bagi seorang salesman selain gagal menjual, apa yang bisa membuat seorang manager pusing selain gagal merencanakan, mengelola dan mengatur, apa juga yang bisa membuat seorang desainer merasa sedih selain berhenti berkarya. Banyak pertanyaan dan banyak jawabanya. Ada begitu banyak hal yang akan terasa lebih berat jika kita tanggung, namun sebenarnya lebih banyak hal lain yang sebenarnya bisa meringankan beban tersebut.

Ketika hendak beranjak tidur, panjatkanlah doa, serahkanlah segala urusan kehidupan dan kematian kepadaNya. Dan ketika bangun dikeesokan harinya, bersyukurlah, nikmati apa yang Dia berikan hari ini, jalani hari dengan penuh syukur, agar jalan kita lapang.

Look around you, and find unlimited happiness blessed for you

Teguh Ujianto

Rabu, 19 November 2014

Bangkit!!

"Meski kehidupan sering menjatuhkan kita, tapi kita harus yakin bahwa selalu ada kesempatan untuk bangkit"

Entah dari mana temanku, Arya mendapat kalimat itu. Tapi setidaknya, menurutku kalimat itu adalah kalimat terwaras yang terucap diantara racauanya hari ini. :)

Hari ini Arya begitu baik, selain sudah memberi kalimat sakti, pagi tadi setelah mengambil keramik bekas di Gunung Bakaran, dia juga mentraktir aku Mie Ayam depan terminal Batu Ampar, terimakasih mas Bro!

dengan Pak La Ode Ilos
Tentang jatuh dan bangkit lagi, aku harus banyak belajar banyak dari pak Ilos, tentang bagaimana dia jatuh dan bagaimana dia bangkit. Bagaimana kegagalan itu bisa menjadi sesuatu yang bisa menjadi pelajaran dan pada akhirnya bisa bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain agar tidak terjatuh dilubang yang sama.

Hari ini memang luar biasa, selain bro Arya, ada juga Dedy Mayong yang memberi kabar gembira, bahwa dia sehat dan baik-baik saja. Bukankah sehat dan baik-baik saja itu menggembirakan?

Teguh Ujianto

Minggu, 09 November 2014

Tunas dan Daun Kehidupan

Balikpapan pagi ini diguyur hujan gerimis, sampai agak siang cuacanya masih sangat syahdu.
Di salah satu sudut sebuh lahan yang sedang dibangun workshop mebel, berdiri sebatang pohon sukun. Akarnya sudah dipotong, daun-daunya sudah dipangkas, menyisakan sehelai di salah satu dahan rantingnya. Memang oleh pemilik lahan tersebut si pohon sukun hendak dimatikan.


Namun siapa peduli, pohon tersebut tetap menunjukan detak-detak kehidupanya, batangnya tetap berdiri, dan daunya yang selembar itu juga masih tetap hijau. Ketidakpedulianya akan usaha manusia untuk menghabisi, merampas hidupnya itu membuat mataku berkaca-kaca. Si pohon sukun bahkan  tetap bertunas, bersiap menumbuhkan daun baru, dia tetap tegar meski batangnya sudah dipotong, akarnya sudah dipotong. Yang dia lakukan, selama Tuhan masih memberinya kemampuan untuk bertunas, maka dia akan tetap bertunas. 

Dia tak peduli apakah nanti siang dia akan dirobohkan, apakah besok dia akan tumbang. Yang dia lakukan hanya menjalani apa yang bisa dia lakukan, menjalani kehidupan yang Tuhan masih berikan, saat ini. Tanpa peduli besok seperti apa, tanpa peduli dengan " siksa " yang dilakukan manusia kepadanya.


Pohon sukun seolah berkata " Kalian manusia boleh melakukan segalanya untuk membunuhku, namun selama Tuhan masih mengizinkan dan memberiku hidup, maka aku akan hidup"

Terimakasih pohon sukun, engkau seperti ayat Tuhan yang ada untuk kubaca, sampai hantaman kapak terakhir menumbangkanmu, tetaplah tegar ditempatmu, tetaplah tumbuhkan tunas daunmu.

Hiduplah..

Teguh Ujianto

Jumat, 07 November 2014

Perjalanan Panjang Mencari Ketenangan Hati

sumber
Mungkin obat bagi segala penyakit itu sudah Allah siapkan di tempat yang sayangnya kita tidak tahu dimana, sampai suatu saat tiba-tiba saja kita menemukanya.

Salah satu penyakit ( penyakit psikis ) adalah bingung atau yang saat ini terkenal dengan istilah "galau"

Aku sendiri sering sampai seumur ini masih sering dilanda galau kok bro..

Saat teman-teman yang lain sudah berjalan dibidangnya masing-masing, aku justru masih meloncat kesana kemari mencari-cari. Yang dicari apa juga aku bingung bro, tidak bisa jawab aku ini sedang mencari apa.

Nah, dulu pada waktu di Jepara, pada saat galau karena sibuk berlari kesana kemari itulah, aku mendapatkan sedikit obat penenang hati dari Cak Mus, seorang tukang cukur rambut yang "workshopnya" ada di daerah tahunan - Jepara.

Pelajaran ini bermula ketika aku bertanya, kenapa Cak Mus tidak mencoba usaha mebel - karena menurutku usaha mebel itu uangnya lebih banyak, dibanding usaha potong rambut.

Redaksional yang pasti untuk jawaban Cak Mus mohon maaf sudah lupa, tetapi yang dapat saya pahami adalah " bahwasanya semua orang sudah mempunyai jatah rizkynya masing-masing, mengejar sesuatu yang bukan rizky kita itu yang membuat hidup jadi tidak bahagia. Ingin kaya agar hidup bahagia, padahal hidup bahagia itu bukan berarti karena kayanya. Karena banyak sekali orang kaya yang hidupnya justru tidak bahagia.

Lantas seperti apa kita harus menyikapi hidup?

Mensyukuri apa yang telah Allah anugerahkan, dengan cara "berbahagia" dengan apa yang sudah kita miliki, menekuni bidang usaha/pekerjaan yang kita kuasai tanpa  harus "kemilikan" dengan usaha lain. Karena Jalan usaha itu memang bisa ditiru, tetapi rizky masing-masing orang itu sudah ada jatahnya sendiri-sendiri.

Lebih jauh lagi, mengertilah untuk apa kita hidup?

Kita hidup untuk mencari keridho'an Allah, jadi jika ada usaha yang utama kita harus lakukan adalah untuk mengenal Allah, agar bisa tahu bagaimana kita bisa mendapatkan ridhoNya"

Kurang lebih seperti itulah yang bisa aku serap, dari Cak Madura aku belajar untuk tidak bingung, karena rizky sudah ada jatahnya masing-masing. Dan aku belajar untuk bisa berbahagia dengan keadaanku saat ini, sebagai usaha untuk mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan.

Teguh Ujianto

God, I am ready now..

"God, thank you for giving me my life. I am ready now"  itulah kata yang keluar dari mulut Pi Patel seorang pemuda kurus yang harus bertahan hidup selama 227 hari, didalam sekoci penyelamat bersama seekor harimau Bengal bernama Richard Parker ( kisah di Film Life of Pi ).

Pi berjuang dan berjuang berbulan bulan, hidup dalam situasi yang luar biasa, kalau boleh dibilang menderita dan dalam keadaanya yang benar-benar sudah tidak berdaya, barulah terucap kata tersebut. Ucapan syukur atas kehidupanya, dan ucapan pasrah untuk menerima apapun takdir Tuhan yang akan diterimanya kemudian.

Ya Allah..Terimakasih, segala puji hanya untukMu

Terimakasih Engkau masih memberiku kesempatan untuk bisa bersyukur,
Apapun yang akan terjadi nanti, hambaMu ini hanya bisa berserah diri
Karena hidup dan matiku, adalah mutlak kuasaMu

Teguh Ujianto
@omahjatibalikpapan

Rabu, 05 November 2014

Kenapa Aku Di Sini?

Pertanyaan berikutnya adalah, kenapa aku di sini?

Bahwa pasti ada alasan kenapa aku berada di tempat ini - Balikpapan, ada di posisi sekarang ini - di Omah Jati, maka harus kucari, kubaca dan sadari untuk apa aku ada di sini.

Jika sudah diawali dengan niat untuk belajar, maka pelajaran apa yang bisa didapatkan di tempat ini?

Pak JokSus

Dari Pak Joksus - Manager RBS aku belajar tentang kepemimpinan, bahwa tak harus berbadan besar untuk dihormati oleh "anak buah" atau kita sebut saja crew, yang aku pelajari bahwa Pak Joksus begitu sayang dengan semua crew di RBS ( perusahaan satu atap dengan Omah Jati ), Wujud sayang itu begitu luas yang dia sampaikan lewat perkataan, perbuatan dan ketulusan sikap sehari-hari. Ada transfer energi yang luar biasa dari lelaki imut yang satu ini.

Kegembiraan, keceriaan, semangat, motivasi dan transfer ilmu serta "kedermawananya" membuat semua crew di RBS jadi sayang denganya. Dan dari rasa sayang itu munculah sikap hormat, patuh, kompak loyal dan semangat tinggi yang menjadikan crew RBS mempunyai etos kerja yang bagus.

Dari Crew RBS aku belajar, tentang semangat untuk belajar, bekerja dan berkehidupan dengan tanpa terbelenggu oleh materi. Ada banyak kebahagiaan yang selama ini hilang karena hitung-hitungan materi sudah lebih dulu memudarkanya.

Aku belajar untuk lebih mensyukuri segala nikmat dariNya, agar ketika bangun di pagi hari hati ini terasa gembira, ringan, lepas dari segala beban.

Sakdermo ngelampahi, bahwa hidup itu adalah untuk menjalani apa yang sudah Allah takdirkan

Bro Arya

Dari sikap saling menyayangi antara Pak Joksus dengan semua crew RBS ini, maka situasi internal di RBS terasa sangat kekeluargaan. Walau ada intrik, ada kecemburuan ada perselisihan namun sejauh ini semuanya masih terasa sebagai bumbu yang bisa saling melengkapi dan menambah rasa manis dalam keseharian di RBS.

Keteguhan untuk menjalani apa yang sedang terjadi dengan tetap berbahagia ( syukur ), membuat saya yakin bahwa kelak entah kapan waktunya, Pak Joksus, Bro Arya, Pak Yul, Mas Andre, Pak Heru dan Mbak Maya akan menuai hasil dari proses belajarnya hari ini, mereka muda dan bersemangat, selalu tebarkan semangat dan kebahagiaan ke semua orang yang juga sedang belajar tentang kehidupan.

Dan semoga kalian juga terus belajar agar semakin bahagia dengan semua anugerah yang Allah karuniakan.

Aku sendiri masih mencari, apalagi yang bisa aku pelajari disini, buka mata, buka hati, wait and see..

Teguh Ujianto
@omahjatibalikpapan

Minggu, 26 Oktober 2014

Anarkisme Air

Dalam Novel tere-liye " Rembulan Tenggelam Di Wajahmu, tokoh Ray ( Raihan ) sangatlah beruntung bisa diberi jawaban atas lima pertanyaanya, sementara dalam kehidupan nyata masing-masing orang harus mencari sendiri jawaban atas pertanyaan tersebut.

Seperti malam kemaren, ketika saya sedang menikmati  tahu tek pedas di Pasar Buton Batu Ampar Balikpapan, tiba-tiba muncul pertanyaan, apa yang sedang saya lakukan? Kenapa mau tetap di Balikpapan, sementara sekarang sedang musim sulit air, bahkan bisa dilihat di website resmi PDAM kota balikpapan, tentang kemungkinan Balikpapan mengalami " Kiamat Air " jika sampai pertengahan November hujan belum juga turun.

Apa yang sedang aku lakukan?

Jawaban pertanyaan tersebut ternyata muncul saat air kembali mengucur deras dari keran kamar mandi, memang terkadang untuk bisa merasakan lezatnya makanan, perut harus dipuasakan terlebih dahulu. Barangkali sudah terlalu enak kehidupan orang - orang Balikpapan ini, sehingga melupakan untuk mensyukuri segala kenikmatan yang sudah diterima. Diantaranya nikmat dalam hal mendapatkan air bersih.

Sulit air ini ternyata juga mengalihkan fikiran dari berbagai galau akan masa depan, angan jangka panjang tidak akan dimiliki oleh orang yang sulit air, fikiranya hanya terfokus dengan kondisi terkini saja, energinya begitu luar biasa. Di bayangan saya yang mudah-mudahan tidak akan terjadi, jika air di Balikapan ini sudah menghilang sama sekali, maka kemarahan orang-orang ini bisa berubah menjadi anarkisme yang berujung pada penjarahan air. ( Survival Mas Bro, daripada gak bisa masak dan mandi ), dalam skala kecil "penjarahan" ini sudah terjadi.

Di salah satu bagian di buku Keledai Syaikh Juha - Penerbit Navila , dikisahkan tentang Syaikh Juha yang memberi nasihat hidup kepada seseorang yang datang ke rumahnya.

Orang tersebut mengeluh tentang keributan di rumahnya, maka nasihat Syaikh Juha yang pertama adalah justru untuk "menambah" sumber keributan dirumah tersebut. Tentu saja kondisi orang tersebut semakin berat karena rumahnya semakin ribut. Kondisinya lebih parah dari pada sebelumnya.

Ketika seminggu kemudian orang tersebut datang Syaikh Juha memberi nasihat kedua yaitu untuk "menyingkirkan" sumber keributan yang dulu ditambahkan atas perintah Syaih Juha. Dan ternyata dengan kondisi yang kembali seperti sediakala ( dengan segala keributanya ) akan terasa lebih indah karena orang tersebut sudah mengalami " keributan " yang lebih parah.

Saat ini saya tidak yakin sedang ada diposisi yang mana, apakah diposisi mengeluh karena sulit air, atau sudah merasa lega karena sesulit apapun saat ini, kemaren saya sudah meraasakan bagaimana rasanya hidup dengan air yang "limited".

Pertanyaan lainya, piye perasaanmu bro, yen nyawang waduk cadangan air kotamu wes karek setambak ngene? nek aku rapopo bro...hiks hiks

Teguh Ujianto
@ Omah Jati Balikpapan

Rabu, 08 Oktober 2014

Target Bulan ini " Mensyukuri apa yang telah diterima"

Tidak muluk-muluk, syukur itu saja mungkin yang harus banyak-banyak dilakukan. Karena dengan syukur itu diri ini bisa diingatkan akan banyaknya rizky, banyaknya nikmat yang diterima.

Mungkin hati ini sedang ingin berpaling dari masalah dunia yang menyesakan dada, saat ini. Namun tidak mengapa, almarhum ayah dulu mengajarkan tentang berlatih, riyadloh. Kalau sekarang kondisinya berat dijalani, tetaplah bersyukur agar hati tidak kufur akan nikmatNya, anggap ini latihan kalau-kalau nantinya mau berjuang sendiri, tanpa ikut orang lain.

Hati bersyukur, lisan bersyukur, dan selalu membawa syukur dalam setiap nafas perbuatan sehari-hari. Dan satu lagi, jangan Marah!!

Teguh Ujianto

Sabtu, 20 September 2014

Blog Yang "jangan" Terlupakan

Sudah sekian waktu sejak memulai perjalanan di Jawa, saya berhenti sejenak memposting tulisan di blog ini. Bukan berarti berhenti menulis, catatan tersebut lebih banyak ditulis di buku.

Diantaranya tentang bagaimana galaunya hati ini, saat menghadapi situasi yang benar-benar menguras emosi. Tentang kemurahan hati, kesabaran, keihlasan orang-orang di Jawa sana.

Sejenak menulis di blog yang menjadi pelampiasan perasaan berhenti, perasaan yang mengharu biru itu saya simpan sendiri. Entahlah apakah nantinya kisah tersebut akan mampu saya bagi disini, atau akan selamanya tersimpan untuk diri sendiri saja.

Sedikit cerita adalah ketika di suatu siang sengaja datang dari Bawu ke Gemiring Lor hanya untuk bertanya kepada Dedy - teman masa kuliah dulu-, tentang cara, bagaimana dia bisa memenangkan hatinya untuk tidak tergoda dengan berbagai pencapaian teman-temanya, dan tetap menekuni apa yang sudah menjadi keahlianya, menyungging. 

Pertanyaan ini muncul karena saya mendapati diri ini seperti laron yang beterbangan kesana kemari, kebingunan karena mengejar cahaya fatamorgana kesana kemari. Tergoda untuk mencoba peruntungan baru, pekerjaan baru. Namun begitu dijalani ternyata tidak lebih enak dari yang lama, oleh karenanya tergoda lagi untuk mencoba yang lain lagi. Than what? ketika kita kaya apakah hidup akan bebas masalah? cobalah lihat, berapa banyak orang kaya yang justru susah hidupnya, tak tenang tidurnya. 

Obrolan yang menjadi panjang, yang pada akhirnya mendapat jawaban bahwa sebenarnya dia, jauh didalam hatinya, perasaan untuk bisa seperti rekan-rekan yang lain juga ada, ingin merasakan pencapaian-pencapaian lain. Akan tetapi mensyukuri apa yang sudah ada, dan menekuni apa yang menjadi keahlian dan kegemarannya justru bisa menimbulkan kebahagiaan dalam hidup itu sendiri. Tanpa perlu bersusah payah mengejar-ngejar sesuatu yang belum tentu itu rizky kita, dan kalaupun bisa didapat belum tentu hal tersebut baik untuk kita.

Ketenangan hati Dedy, Pa'e, dan Cak Mus sebagai contoh adalah cermin yang semoga bisa selalu mengingatkan aku bahwa, kebahagiaan itu masih akan ada walau ditengah kemiskinan dan kesusahan, tinggal bagaimana kita menyikapinya. Dan di balik wajah yang terlihat bahagia, bukan tidak mungkin ada duka juga dihatinya. Manusiawi kan?

Pa'e
Teguh Ujianto

Sabtu, 31 Mei 2014

Ujian Hidup ; Ujian Praktek SIM C

Sejak kemaren, Senin 19 Mei 2014 kepala ini dibuat puyeng. Urusan membuat SIM C baru di kantor polisi Balikpapan sungguh menguras energi dan kesabaran.

Pagi hari sekitar jam 10.00 WITA, landing di pelataran Purwa, celingukan kesana kemari, bingung kemana dulu ini mengurus SIM nya, karena bingung dan berhubung perut keroncongan karena lapar, akhirnya Mie ayamlah yang dituju. Nanya ke abang tukang Mie Ayam, dapat penjelasan yang sangat berharga bahwa tempat yang harus saya tuju pertama kali bukanlah di Purwa ini, tetapi di Apotek Anda. Minta surat keterangan dokter untuk mengurus SIM ( biaya 20 rb )

Kemudian surat tersebut disertai selembar fotocopy KTP Balikpapan diserahkan ke loket BRI yang letaknya diujung dan pojok. ( di atap ada tulisan BRI gede ). Setelah membayar 100rb diloket BRI, berkas-berkas diserahkan ke loket 1 untuk mendapatkan formulir permohonan pembuatan SIM, setelah input data di formulir, lanjut ke loket 2,

Diloket ini formulir dikembalikan karena kurang foto dan sidik jari, maka meluncurlah saya ke bagian foto dan sidik jari ( manual ) yang lokasinya ada diujung lain dari Purwa. Biaya foto dan sidik jari 25rb. Diloket 2 menunggu agak lama, diloket ini kurang jelas apa keperluanya, mungkin memeriksa kelengkapan berkas dan cek data.

Lanjut kemudian lanjut ke loket 3 and guess what, loket 3 ini juga untuk foto & sidik Jari ( cuma yang diloket 3 pakai mesin scan sidik jari, mungkin untuk memcocokan kali ya sidik jari manualnya dah cocok atau belum ). Di loket 3 ini antrinya luar biasa lama

Setelah lolos di loket 3, masuklah kita di loket 4; Ujian Teori
Sebelum saya ujian sempat Sholat Dzuhur di Mushola, sudah siang saat itu sekitar pukul 13.45 WITA
Di loket 3 sempat mendengar bahwa hari ini pelayanan memang agak lambat karena ada masalah jaringan.

Setelah menjawab 30 soal, langsung tertulis dimonitor bahwa saya lulus ujian teori. Alhamdulillah

Perasaan lega itu muncul, tapi mungkin hanya beberapa detik, karena bapak Polisi yang mengawasi ujian teori menyerahkan kembali berkas permohonan disertai print hasil ujian teori dan memberi tahu bahwa kami yang lulus masih harus ikut ujian praktek di keesokan harinya di Sekolah Polisi Negara.

Besok?? setelah dari pagi sampai sore begini ternyata masih ada besok?? dilokasi berbeda yang letaknya juga tidak tahu ada dimana.

Perasaan tidak enak langsung muncul. Ujian Praktek?? seperti apakah itu, bisakah lolos ujian itu?.

--00--

Selasa pagi 20 Mei 2014, diwaktu yang kurang lebih sama, pukul 10.00 WITA diiringi gerimis rintik-rintik. Akhirnya sampailah diri ini dilokasi ujian praktek SIM C

Karena baru ada 3 orang, maka ujian dilakukan cepat. 3 kali mencoba melewati rintangan. Dan 3 kali kesempatan pada saat test. dan kami 3 orang gagal semua. Memang masih ada kesempatan untuk mengulang tanggal 27 Mei nanti, dan sekali lagi ( total 3 kali ) sebelum dinyatakan gagal.

Tetapi melihat dari sulitnya ujian praktek ini, harapan memiliki SIM rasanya sudah tidak ada.

Tapi, yakinlah, disetiap kesusahan pastilah ada jalan keluarnya. Dan entah aku benar entah salah, yang terbayang adalah para " calo " yang mungkin bisa membantuku bisa memiliki SIM tanpa harus Ujian Praktek ( Ampun pak Polisi, nyerah aku kalau disuruh ujian lagi ).

Tetapi dimana aku bisa menemukan para pasukan penolong itu? Lha kemaren ngurus di Purwa seharian saja nggak ada yang nawarin barang seorang. Where are you Dude? I need you

Para " calo " tersebut bagi saya saat ini seperti malaikat yang ternyata mereka melakukan pekerjaan tersebut untuk menolong para pencari SIM dari Ujian hidup yang begitu berat. Ujian praktek SIM C !!

Teguh Ujianto

Senin, 19 Mei 2014

Garis Cahaya di Langit Balikpapan


Walaupun mungkin hanya fenomena alam yang normal terjadi, namun garis cahaya yang muncul minggu sore kemaren masih meninggalkan tanda tanya besar, firasat apakah ini.

Perasaan hati makin tidak tenang manakala hari ini, dua calon presiden sudah saling mendeklarasikan diri. Siap bertarung. Sama kuat dengan basis massa yang sama-sama militan.

Perang didunia maya sudah gencar terjadi, saling serang, saling mengorek aib lawan.
Nek coro wong mbatang, wes dadi wong wangkal kabeh.. dikritik sedikit ngamuk-ngamuk, dicomment sedkit gak terima. Akankah pertarungan epik para abdi Ajisaka terulang kembali di tanah Jawa? Dua kubu sama kuat, saling serang, dan pada akhirnya hancur semua.

Dora & Sembada adalah abdi terbaik bagi Prabu Ajisaka, keduanya bertarung karena ingin menunaikan tugas yang mereka emban. Tugas yang saling bertentangan satu sama lain membuat mereka berdua harus berada disituasi yang saling bertentangan, yang kemudian dilanjutkan dengan peperangan dan pada akhirnya berujung pada kematian. Demikian pula Joko Widodo dan Prabowo, dua putra terbaik bangsa, harus saling mengalahkan untuk bisa merealisasikan idealismenya untuk memajukan bangsa Indonesia ini.

Alangkah indahnya jika para pendekar bangsa ini bisa saling bermusyawarah, untuk kemudian maju bersama berjuang memakmurkan negeri, tanpa harus menunggu menjadi Presiden dulu untuk mengabdi.


Inilah kisah Dora & Sembada itu, yang siapa tahu bisa mengingatkan kita semua untuk bisa saling menahan diri, dan berfikir jernih agar bisa keluar dari situasi ini dengan selamat, tanpa ada korban dikedua pihak.

Teguh Ujianto

Sabtu, 17 Mei 2014

Inspirasi dari Yusran Darmawan @ timur-angin

Inspirasi di Tengah Hujan adalah satu artikel yang diposting di blog angin-timur. Postingan ini bagai obat pelipur bagi kegundahan yang sedang kuhadapi. Bagaimana beliau, Yusran Darmawan mengisahkan pengalamanya menghadapi menghadapi masa-masa transisi,  yang diakhiri dengan kutipan kalimat yang bijak, setidaknya membuat aku bisa sedikit bersemangat malam ini.

Setelah menyadari bahwasanya hati dan kehidupan itu mudah terbolak balik, maka tidak ada salahnya jika kemudian belajar untuk tetap menikmati sambil menjalani prosesnya.

"..., kehidupan adalah belajar menari ditengah hujan lebat "

Mungkin menjadi berani adalah juga salah satu gerakan dalam tarian hujan tersebut. Menari adalah salah satu ikhtiar untuk bisa menikmati proses sampai menunggu hujan tersebut reda.

Setelah diingat-ingat kembali, ternyata ada banyak sekali contoh orang yang bisa tabah menjalani ujian dalam kehidupanya, mereka tetap berjuang, bertahan dan pantang menyerah. Mereka yang papa-pun masih bisa tersenyum, tertawa dan bahagia, walau tidak selalu. Ya manusiawi lah, yang penting masih tetap bisa menikmati hidup.

Jangan Menyerah, tetap semangat dan menarilah meski ditengah hujan lebat


Sumber Inspirasi ; http://www.timur-angin.com/2014/05/inspirasi-di-tengah-hujan.html

Teguh Ujianto