Senin, 12 Mei 2014

Be Brave!!

sumber; http://desaindigital.com

Pesan yang ada pada tulisan terdahulu; Courage , ternyata belum benar-benar saya lakukan. Terlalu banyak hari yang saya lalui dalam ketakutan, hingga untuk resign saja harus menunda sampai berbulan-bulan. Terlalu banyak pertimbangan justru akan mengikis keberanian dalam hati, yang pada akhirnya membuat kita jadi penakut.

Sampai pagi ini, tiba-tiba rasa berani itu muncul. Mengalahkan logika.

Secara aturan, walaupun sudah resmi mengundurkan diri, tetapi faktanya sebagai karyawan saya masih harus berangkat kerja selama satu bulan sejak tanggal resign tersebut. Padahal perasaan hati sudah sangat tidak nyaman. Beberapa hari saya ijin dengan berbagai alasan. Tetapi hari-hari ijin tersebut saya lalui dengan perasaan tidak enak. Ada ketakutan dalam hati, bahwa nantinya ada efek buruk dari apa yang saya lakukan.

Tetapi tidak pagi ini, saya sampai kepada saat dimana saya menyadari bahwa hidup saya sudah terlalu banyak diisi dengan ketakutan.

Dan agar hidup yang hanya sebentar ini tidak lagi diisi ketakutan, maka yang dibutuhkan hanyalah keberaanian. Be Brave! dan mari menunggu apa yang akan  terjadi

Pagi ini saya "bolos" dengan perasaan tidak bersalah ( walau secara aturan mungkin salah ). Saya isi pagi dengan berolahraga, dan menulis tentang perasaan yang bagus ini. Perasaan abai dengan segala kemungkinan yang akan terjadi hanya akan muncul jika ada keberanian dihati. Jika keberanian itu hilang, maka yang ada hanya kecemasan, kekhawatiran dan ketakutan.

Hmmm, entahlah. Saya hanya ingin menikmati perasaan ini sekarang. tanpa merasa ada beban berat dikepala. Indahnya menjadi berani.

Teguh Ujianto


Kamis, 08 Mei 2014

Bekerja Karena Allah

Pernahkan anda kecewa, karena tidak ada rewards dari bos atas hasil kerja anda selama ini?
Jika jawabanya iya, berarti harus ada yang dirubah. Bos hanyalah sesama mahluk Allah, tidak bisa kita berharap darinya. Kalaupun ada yang kita terima dari dia, itu hanyalah jalan rizky dari Allah

Jadi cukuplah kita bekerja, dengan niat mengharap ridho-Nya, lakukan hal baik yang terbaik, dan bersabarlah. Menunggu rewards yang sebenarnya, dari-Nya.
Jadi jika semangat kerja menurun, niatilah bekerja mengharap ridho-Nya . . Insya Allah ada jalan

--00--

Balikpapan, Senin 05 05 2014
Mungkin memang sudah jalan dari-Nya, bahwa saya baru bisa menyampaikan pengunduran diri saya pada hari Senin tersebut. 

Setelah hampir 3 tahun bekerja, seperti inilah endingnya, apapun itu saya berusaha sepenuhnya mengembalikan kepada Yang Maha Kuasa. Bahwa ini sudah takdir yang harus saya jalani. Apapun yang nanti akan terjadi, harus diterima.

Hanya bisa berdoa, semoga segalanya bisa lebih baik dari yang sebelumnya. Agar tidak termasuk insan yang merugi apalagi yang celaka. Amin

Teguh Ujianto

Kamis, 17 April 2014

"Menonton" Jokowi vs Prabowo

Nyalain TV beritanya Jokowi & Prabowo
Lihat diinternet juga kebanyakan Jokowi & Prabowo
Jadi ya sudah sekalian dinikmati saja, sambil makan gorengan anggap saja nonton film

Dan hari-hari terakhir ini filmnya sudah masuk chapter kesekian dengan cerita yang semakin menegangkan.

Fakta dilapangan, dari dua orang sopir yang saya tanya ( satu sopir taxi di Jakarta, dan satu sopir pribadi di Balikpapan ) keduanya mantab mendukung Jokowi. Mau dibeberin fakta-fakta yang menjelek-jelekan juga tetap saja kekeuh, pilih Jokowi. dari 2 orang sumber saya itu, satu orang ( sopir Balikpapan ) mengatakan dia tidak akan nyoblos dipileg ini, nggak penting katanya. Tapi dia mau nyoblos dipilpres nanti.

Nah, fakta ini yang saya lihat tidak diperhitungkan. kebanyakan orang Jokowi effect itu nol besar. Padahal bisa jadi para pemilih menyimpan pilihanya khusus untuk Pilpres saja.

Mari kita tunggu hasilnya nanti, semoga bisa satu putaran, capek juga kalau filmnya kelamaan.

Teguh Ujianto

Tak Semanis Salak Pondoh

Ternyata jualan lewat blog itu tidak gampang, sudah beberapa waktu terpasang diblog, tapi belum ada satupun orang yang menanyakan Abon lele. Hehehe.. Dulu juga sama waktu masih pasang iklan kursus Autocad, nggak laku.

Yang pernah sampai deal itu ya cuma jual jala, itupun jadinya bukan jala ikan yang dibeli, tapi jaring untuk pagar lapangan futsal. Yeah, untung saja jualan abon ini cuma sampingan, jadi urusan dapur masih tetap lancar. Namun bagaimana dengan mas Banu, dialah produsen abon lele ini, yang nafkahnya dan beberapa orang yang membantunya sangat berkaitan dengan omzet penjualan abon.

Mudah-mudahan baik-baik saja, karena saya ini cuma re-seller baru, sementara bisnis abon lele ini sudah jalan beberapa lama, bahkan pernah pameran ke Jakarta & Makassar.

Kenapa saya mau jadi re-seller abon lele ini? Mencari untung pasti, jelas itu. Tapi ada alasan lain yang lebih menggerakan hati, yaitu melihat bagaimana semangatnya mas Banu ini mempromosikan abon lelenya. Pemuda penuh semangat seperti ini sekarang sudah langka, jadi mari kita bantu, dengan membeli Abon Lelenya.

Kalau mau beli langsung sama mas Banu silahkan search di internet dengan kata "Bole Bole", dan.....
lhoh kok yang keluar lagu india, hahaha.

Dari pada repot, klik disini saja.

Teguh Ujianto
( mohon maaf, susah nyari judul-jadi nggak nyambung sama tulisanya )

Rabu, 02 April 2014

Abon Lele Bole-Bole

Teguh Ujianto
Assalamualaikum

Rasanya lebih damai jika menulis, menuangkan ide ide, atau hanya sekedar lelucon & luapan perasaan di blog. Diblog ini lebih tenang, karena pengunjungnya sedikit. Tidak seperti dimedia sosial yang lain, yang selalu berisik.

Dulu media blog ini juga saya pakai jualan, produknya Jala Ikan buatan tangan ( yang buat ayah mertua ). Namun belum pernah dapat pembeli. Jadi saya hapus, tapi kalau ada yang minat atau memang sedang mencari jala untuk menangkap ikan, mungkin bisa saya bantu sampaikan ke ayah mertua untuk dibuatkan.

Pernah juga saya pakai untuk iklan kursus/privat Auto CAD, tapi nggak laku juga, hehe

Sempat juga dagangnya Abon lele, namun ternyata sepi peminat juga :), namun tidak apa apa
mungkin kalau saya yang jualan kurang laku, tetapi dengan memuat infonya di blog yang "sepi pembeli" ini, mudah-mudahan bisa membantu teman yang sedang berjuang di jalanya itu.

Berikut penampakan Abon Lele kemasan 60 gram

Selain rasa original juga ada 5 level pedas. Abon ini non MSG & bahan pengawet. Insya Allah Halal dan yang membuat saya sempat jadi reseller karena rasanya enak dan saya sangat doyan.

Mudah-mudahan dari sedikit orang yang berkunjung keblog ini,banyak yang beli..Amiin

Teguh Ujianto

Seluas Langit Penuh Bintang

Ibunda bercerita, sewaktu masih kecil ketika beliau bangun malam sering diajak keluar rumah oleh Mbah Nurjan untuk sekedar melihat bintang.

Mbah Nurjan memberitahu, dialam kubur nanti jika kita semasa hidup taat kepada Allah, maka insya Allah nanti kuburnya diluaskan, seluas langit penuh bintang. Begitu indahnya

Namun sebaliknya, jika kita ingkar semasa hidup didunia, bisa-bisa kubur kita nanti disempitkan. Menakutkan seperti langit mendung gelap gulita, dengan gemuruh guntur yang menyiksa. Naudzubillah

Jika langit cerah penuh bintang, aku teringat ibu. Semoga kuburmu juga seluas langit penuh bintang itu ibu.

Beliau yang berjuang tanpa sempat menyaksikan hasil perjuanganya. Semasa hidup beliau gigih memperjuangkan pendidikan untuk anaknya, sampai akhir hidupnya. Karena beliau yakin bahwa dengan ilmu anak - anaknya akan bisa hidup lebih mulia.

Setidaknya mama keisha sekarang sudah jadi Guru, dan disetiap ilmu yang dipakainya ada nafasmu didalamnya, yang semoga jadi bekalmu juga ibu, karena ilmunya bermanfaat. Aku juga bisa mencari nafkah dengan ilmu yang aku dapat dari sekolah yang aku bisa sekolah disana karena perjuanganmu. Semoga hal ini juga dihitung sebagai amalmu.

Kami putra putrimu hanya bisa mendoakan, semoga engkau bahagia disana ibu, amin..

Teguh Ujianto


Minggu, 30 Maret 2014

Achmad Ghozali bin Kasbari

Achmad Ghozali bin Kasbari, lahir di desa Sengon, kecamatan Subah Kabupaten Batang - Jawa Tengah tanggal 6 April 1953. Biasa dipanggil Pak Li. Pernah menjadi santri di ponpes Tebu Ireng dan menurut cerita yang pernah beliau sampaikan, berkesempatan menjadi murid  Kiai Idris.

Tidak ada penjelasan dari beliau, apakah yang dimaksud Kiai Idris adalah KH Idris Kamali atau bukan. Jika memang guru beliau adalah KH Idris Kamali, maka sungguh sebuah keberuntungan bisa menimba ilmu dari salah satu ulama besar yang sekaligus menantu dari KH Hasyim Asyari tersebut.
Tentang KH Idris Kamali bisa dilihat disini

Beliau, Pak Li mengisahkan, selama di Tebu Ireng beliau ini ikut mengabdi di ndalem kyai, salah satu tugasnya yang saya ingat karena dipraktekan juga dirumah adalah memerah susu kambing. Mengurus ternak memang sudah tidak asing, karena sejak kecil beliau sudah membantu Mbah Bari merawat sapi. Saya ingat suatu ketika ketika hari raya Iedul Adha, ada sapi qurban yang berontak dan membuat orang-orang ketakutan, dengan mantab beliau mendekati sapi tersebut, memegang tali kekang dan mengelus kepalanya. Alkhamdulillah atas pertolongan Allah, sapi tersebut berubah menjadi tenang.

Beliau ketika mengajar membaca alquran sangat tegas, dengan sistem sima'an. Salah sedikit saja langsung ditegur sampai dipukul kepalanya ( pakai bantal ). Sampai nangis-nangis saya belajar sama beliau ini. Dan beliau menuturkan seperti itulah dulu Kiai Idris mengajarinya. Nggak sampai dipukul, Kiai Idris dehem saja para santri sudah ketakutan.

Oleh-oleh beliau dari Tebu Ireng yang lain adalah Pencak Silat. Beliau bisa menaklukan orang yang menyerangnya dengan hanya tiga jurus ( tarik, banting, kunci ). Dan senjatanya bukanlah pedang, tapi sarung. Banyak cerita mengenai kehebatan ilmu kanuragan beliau ini. Saya pernah minta satu jurus, dan ketika saya praktekan pada saat sambung (latihan) sangat ampuh & mengena dengan telak.

Namun dibalik banyaknya cerita kesaktian beliau, Pak Li hanya hamba Allah yang lemah. Yang mengajarkan kepada anaknya bahwa tiada daya upaya & kekuatan melainkan hanya dengan pertolongan Allah saja.

Ketika beliau berdakwah, mengajak warga desa Jrakah Payung khususnya dusun Wonoharjo untuk lebih giat beribadah. Beliau menggunakan pendekatan yang sangat mendasar dalam berkomunikasi dan menyampaikan dakwahnya.

Pada awalnya warga disana enggan untuk beribadah karena banyak alasan, salah satunya mereka pesimis. Tidak akan bisa masuk surga karena belum bisa melaksanakan ibadah dengan benar, maka untuk menarik minat & memberi semangat bapak-bapak dan ibu-ibu yang usianya sudah lanjut beliau memberikan kabar gembira bahwa semua umat islam Insya Allah masuk surga.

Akhirnya dengan hidayah Allah, tergeraklah para penduduk untuk mulai belajar, dan memang betul bahwa belajar diwaktu tua itu susahnya bukan main. Lidahpun sudah kelu sampai-sampai misalnya mengucapkan "laayaghfiru" berubah menjadi "layar biru".. ya Allah..

Perkembangan kegiatan ibadah warga dusun Wonoharjo ini begitu luar biasa, jika sekarang anda berkunjung kekampung tersebut, akan anda jumpai sebuah masjid ( Masjid Nurul Iman ) yang berada ditengah kampung tersebut. Terakhir saya kesana jamaah sholat Jum'atnya sudah banyak.

Saya ingat, dulu masjid ini hanya mushola. Jika mau sholat Jum'at kami harus kemasjid besar yang letaknya cukup jauh. Karena letak masjid besar ini jauh, maka banyak orang yang jadi enggan sholat jum'at. Akhirnya para tokoh adat Wonoharjo memutuskan melaksanakan sholat jum'at di Mushola Nurul Iman ini. Dengan pak Li salah satunya, sebagai imam & khotib perintisnya.

Dimasa awal pelaksanaan sholat Jum'at ini, bukan tanpa halangan dan ujian, namun dengan keteguhan hatinya beliau tetap meneruskan perjuanganya.

Dimasa awal, jamaahnya mungkin tidak mencapai 40 orang, tapi beliau tetap teguh. Bahkan meneguhkan lagi, andaipun tidak ada jamaahnya maka beliau akan Adzan sendiri, khutbah sendiri dan jadi imam sendiri. Jika ada yang mengatakan sholatnya tidak sah, tidak dapat pahala. Maka akan dipersilahkan oleh beliau, silahkan ambil pahalanya tapi beliau akan tetap melaksanakan Sholat Jum'at di Nurul Iman.

Pak Li mungkin akan tersenyum saat ini melihat bahwa keteguhanya ternyata membuka jalan bagi banyak orang untuk bisa lebih mudah beribadah sholat Jum'at. Warga Wonoharjo bahu membahu membangun mushola Nurul Iman menjadi Masjid yang indah. Diwaktu Jum'at jamaahnya tumpah ruah.

Semoga perjuangan beliau, bisa menjadi amal sholih yang bisa dijadikan bekal dialam kuburnya. Amin..

Beliau wafat di Sengon Hari Minggu Wage 19 November 2000 dan dimakamkan di TPU desa Sengon, didekat pusara Mbah Bari

Mungkin beliau keras semasa hidupnya, dan banyak salahnya juga, dan jika beliau belum sempat minta maaf, bagi yang kenal mohon dimaafkan segala salah & khilafnya. Semoga semua amal kebajikanya diterima dan dosa-dosanya diampuni Allah SWT, Amin..

Teguh Ujianto